Eceng Gondok, Dari Gulma Menjadi Ide Usaha

Eceng gondok merupakan tanaman air yang lazim ditemukan di kolam, sungai, danau, dan rawa. Tanaman ini hidup mengapung di air dengan daun dan batang yang berisi rongga udara.  Laju pertumbuhan eceng gondok sangat pesat sehingga dapat menutupi perairan dan menyebabkan berbagai masalah. Eceng gondok yang menutupi permukaan air dapat merusak pemandangan, menghambat transportasi, mengakibatkan penyempitan perairan, menyumbat saluran irigasi, dan menurunkan produksi ikan. Oleh karena itu, eceng gondok kerap kali dianggap sebagai gulma atau tanaman pengganggu.

Padahal, dibalik berbagai permasalahan itu eceng gondok memiliki banyak manfaat. Tanaman ini dapat digunakan sebagai bioenergi, herbisida, obat berbagai penyakit, olahan makan, dan kerajinan tangan. Eceng gondok dapat dipanen dan diolah agar bisa dimanfaatkan sekaligus membersihkan perairan sehingga tanaman ini sebenarnya lebih tepat disebut sebagai “gulma yang kaya guna”.

Kerajinan eceng gondok merupakan salah satu pemanfaatan eceng gondok yang baru-baru ini dikembangkan. Kerajinan ini memiliki kualitas yang bagus di segi tampilan dan daya tahan serta memiliki nilai jual yang tinggi dibanding kerajinan yang lain. Selain itu, pembuatan kerajinan dengan cara dianyam menghadirkan kesan tradisional yang natural dan elegan pada produk yang dihasilkan.

Ketersediaan eceng gondok yang tumbuh pesat pada permukaan sungai di Desa Wonowoso berpotensi untuk diolah menjadi kerajinan. Hal ini dapat menjadi peluang usaha bagi warga desa sekaligus dapat membersihkan permukaan sungai. Oleh karena itu, tim KKN-PPM UGM Karangtengah JT-033 2021 menulis E-Booklet yang berjudul “Eceng Gondok, Dari Gulma Menjadi Ide Usaha”. E-Booklet ini berisi tentang deskripsi dan manfaat eceng gondok serta beberapa kerajinan yang dapat dibuat dari tanaman ini.

E-Booklet dapat diakses melalui link berikut.

https://drive.google.com/file/d/1rTisddwC2XeE1RulhbRuDipZGSmr39FD/view?usp=sharing

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan