Optimalkan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Untuk Kesehatan Lingkungan Yang Berkelanjutan

Demak 2 Agustus 2021– Dalam satu hari kita beraktivitas, tentu terdapat sampah yang kita hasilkan mulai dari sampah plastik hingga sisa makanan. Permasalahan mengenai sampah merupakan permasalahan serius yang membutuhkan perhatian dari berbagai pihak. Penanggulangan sampah yang tidak ditangani dengan baik dapat berimbas pada penurunan kualitas kehidupan, kualitas kesehatan, dan keindahan lingkungan.

Berdasarkan data dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), limbah rumah tangga menjadi penyumbang terbesar timbunan sampah di Indonesia dengan persentase sebesar 37,3%. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui tentang limbah rumah tangga dan cara pengolahannya agar tidak merusak lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Limbah rumah tangga dapat dikelola dengan mengelompokkan sampah berdasarkan jenisnya menjadi sampah organik, anorganik, dan B3. Selain itu kita juga dapat menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) untuk meminimalkan dan mengelola sampah dengan baik. Penjelasan lebih detail tentang pengelolaan sampah dapat dilihat melalui video berikut ini:

Pengelolaan Limbah Rumah Tangga

https://drive.google.com/file/d/1FmO8vEA4FwX4bmVmj7HMK7tyVZzjjA7a/view?usp=sharing

Sampah organik yang telah dipilah dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik.

Pupuk organik adalah pupuk yang berperan dalam meningkatkan aktivitas, biologi, kimia, dan fisik tanah sehingga tanah menjadi subur dan baik untuk pertumbuhan tanaman. Pupuk organik terdapat dalam bentuk padat dan cair.

Pupuk organik cair (POC) adalah larutan hasil dari pembusukan bahan-bahan organik yang berasal dari sisa tanaman, kotoran hewan dan manusia yang kandungan unsur haranya lebih dari satu unsur.

Kelebihan pupuk organik cair yaitu unsur hara yang terdapat di dalamnya lebih mudah diserap tanaman. Bagi tanaman, pupuk organik cair dapat meningkatkan kemampuan fotosintesis, menjadikan tanaman kuat, dan meningkatkan daya tahan tanaman terhadap kekeringan. Selain itu, pupuk organik cair umumnya tidak merusak tanah dan tanaman meskipun digunakan sesering mungkin.

Pupuk organik cair juga dapat dibuat sendiri di rumah secara sederhana. Pembuatan POC dapat dilakukan dengan menggunakan dua buah ember dan limbah rumah tangga. Limbah sayuran yang dapat dimanfaatkan dalam pembuatan POC diantaranya: sampah sayur baru, sisa sayuran basi, sisa nasi, sisa ikan, ayam, kulit telur, dan sampah buah seperti pisang busuk, kulit jeruk dan lain-lain. Proses pembuatan POC memanfaatkan lalat tentara hitam (black soldier fly, BSF) untuk mengurai limbah rumah tangga tersebut.

Penasaran bagaimana cara pembuatan POC di rumah?

Berikut merupakan tutorial cara membuat POC dari limbah rumah tangga persembahan Tim KKN-PPM UGM Karangtengah 2021. Semoga bermanfaat dan dapat menumbuhkan kesadaran pengolahan sampah organik atau limbah rumah tangga oleh masyarakat.

Tutorial Pembuatan Pupuk Organik Cair:

https://drive.google.com/file/d/1HhC1pAXVhLAEHSF_-HwV0s9c5BfH5CrZ/view?usp=sharing

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan