Sektor Perikanan Desa Wonowoso

Demak, 25 Juli 2021-Perikanan merupakan salah satu sektor yang terdapat di Desa Wonowoso. Hasil perikanan yang diperoleh berasal dari tambak yang memiliki luas sekitar 10 hektar. Area tambak berasal dari memanfaatkan lahan yang kerap mengalami banjir sehingga membentuk suatu genangan air dan tidak dapat digunakan untuk lahan bertani. Komoditas ikan yang dihasilkan terdiri dari Ikan nila, ikan bandeng, udang vaname, dan udang bago.

Hasil panen yang didapat belum mencapai maksimal karena disebabkan oleh faktor SDM yang belum kompeten dan lingkungan tambak yang dasar tanahnya mengandung garam, sehingga ikan yang digunakan hanya ikan yang mampu beradaptasi pada kondisi tawar dan asin. Hal tersebut menjadi permasalahan utama lingkungan tambak yang berada di Desa Wonowoso.

Tambak budidaya perikanan yang berada di Wonowoso merupakan budidaya ekosistem air tawar. Ekosistem air tawar memiliki ciri-ciri:

• Variasi temperatur dipengaruhi oleh ketinggian suatu daratan.
• Kadar garam atau salinitas air rendah. Salinitas air tawar ≈ 0,12‰, Na+ & Cl- (<0,5‰)
• Penetrasi dari cahaya matahari kurang dengan adanya pengaruh substrat tanah/erosi.
• Dipengaruhi iklim dan cuaca alam sekitar.
• Kualitas air sangat beragam (fisikawi, kimiawi, biologis bervariasi) tergantung sumber dan lingkungannya

Pemilihan lokasi budidaya merupakan langkah awal sebagai tahapan yang sangat penting untuk menentukan budidaya perikanan yang berkelanjutan. Kurang tepat dalam memilih lokasi menyebabkan kegiatan budidaya mengalami kegagalan. Dalam hal ini, kondisi lingkungan biofisika-kimia tanah dan air menjadi salah satu acuan penting bagi pemilihan lokasi pengembangan kawasan budidaya tambak. Untuk itu, melalui booklet dibawah ini, Tim KKN-PPM UGM Karangtengah 2021 berupaya untuk memberikan informasi seputar Manajemen Lingkungan Akuakultur.

https://drive.google.com/file/d/1_Ew0-OyTZmzLDhOkryOrEqB3qj4aVJdk/view?usp=sharing

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan