Warga Wonowoso Gelar Apitan Secara Sederhana di Tengah Pandemi

Demak, 21 Juli 2020-Tradisi Apitan yang dilaksanakan diantara dua hari raya Islam, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha, kali ini dirayakan secara berbeda oleh Warga Wonowoso. Pasalnya, di masa pandemi ini warga harus melakukan protokol kesehatan dengan cara menghindari kerumunan agar terhindar dari penularan wabah Covid-19.

Apitan atau sedekah bumi merupakan tradisi selamatan dalam rangka mensyukuri nikmat Sang Pencipta. Biasanya, Warga Wonowoso merayakan Apitan secara meriah lewat hiburan wayang kulit dan ketoprak.

Warga Wonoso Melakukan Ziarah Makam

 

Selain itu, Apitan yang diikuti oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD),  Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD), kyai desa, perangkat desa dan warga Desa Wonowoso, kali ini juga dilakukan dengan melakukan ziarah ke enam Makam Bubakiyoso di Desa Wonowoso yang diantaranya adalah makam Mbah Sawijoyo Malang Yudho, Mbah Sadik, Mbah Lugiyah, Mbah Rono Sawit, Mbah Sedeh dan yang terakhir adalah Mbah Sukarseh.

Usai melakukan ziarah dan doa bersama, warga melanjutkan acara dengan menyantap hidangan bersama-sama secara akrab. Meskipun sederhana, perayaan Apitan tahun ini tetap bermakna bagi Warga Wonowoso.

 

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan